FITOHORMON

1.    Fungsi Hormon Auksin, Sitokinin, Giberelin, Asam Absisat
Hormone tumbuhan merupakan suatu senyawa organic yang disintesis di salah satu bagian tumbuhan dan dipindahkan ke bagian lain dan pada konsentrasi yang sangat rendah mampu menimbulkan suatu respons fisiologis. Hormon mempengaruhi respon pada bagian tumbuhan, seperti pertumbuhan akar, batang, pucuk, dan pembungaan. Respon tersebut tergantung pada spesies, bagian tumbuhan, fase perkembangan, konsentrasi hormon, interaksi antar hormon, dan berbagai faktor lingkungan.
Adapun beberapa macam dari hormone tumbuhan:
a.  Auksin
-    Istilah auksin (dari bahasa Yunani auxin, yang artinya meningkatkan) pertama kali digunakan oleh Frits Went, seorang mahasiswa pasca sarjana di Negeri belanda pada tahun 1926, yang menemukan bahwa suatu senyawa yang belum dapat dicirikan mungkin menyebabkan pembengkokan koleoptil oat kearah cahaya
-    Auksin yang ditemukan Went kini diketahui sebagai asam indol asetat (IAA). Selain IAA, tumbuhan mengandung tiga senyawa lain yang dianggap sebagai hormon auksin, yaitu 4-kloro indolasetat (4 kloro IAA) yang ditemukan pada biji muda jenis kacang-kacangan, asam fenil asetat (PAA) yang ditemui pada banyak jenis tumbuhan, dan asam indolbutirat (IBA) yang ditemukan pada daun jagung dan berbagai jenis tumbuhan dikotil.
-    Bentuk senyawa dari auksin ini adalah sebagai berikut:
-    Translokasi dari hormon auksin yaitu:
IAA bisanya tidak dipindahkan melalui tabung tapis floem tetapi terutama melalui sel parenkima yang bersinggungan dengan berkas pembuluh. IAA akan bergerak melalui tabung tapis jika diberikan di permukaan daun yang cukup matang untuk mengangkut gula keluar, tetapi biasanya pengankutan pada batang dan tangkai daun berasal dari daun muda menuju arah bawah sepanjang berkas pembuluh.
Cara pengangkutan auksin ini memiliki beberapa keistimewaan yang berbeda dengan pengangkutan floem yaitu pergerakan auksin lebih lambat,pengangkutan auksin berlangsung secara polar pada batang,dan pergerakan auksin memerlukan energi metabolisme. Pengangkutan auksin terjadi secara polar. Hipotesis yang paling dikenal mula-mula menyebutkan bahwa sel menggunakan ATP-ase membran plasma untuk memompa H+ dari sitosol menuju dinding sel. pH dinding sel yang lebih rendah memprtahankan gugus karboksil auksin menjadi kurang terdisosiasi daripada yang ada di sitosol, yang pHnya lebih tinggi. Auksin tak bermuatan kemudian bergerak dari dinding ke sitosol melaui kotranspor dengan H+. Di sitosol, pH yang lebih tinggi menyebabkan gugus karboksil auksin terdisosiasi dan menjaadi bermuatan negatif. Sejalan dengan meningkatnya konsentrasi auksin bermuatan (seperti IAA) di sitosol, pergereakan keluarnya lebih dipermudah secara termodinamika.
-    Manfaat dari hormone auksin: merangsang kambium untuk membentuk xilem dan floem, memelihara elastisitas dinding sel, membentuk dinding sel primer (dinding sel yang pertama kali terbentuk pada sel tumbuhan ), menghambat rontoknya buah dan gugurnya daun serta mampu membantu proses partenokarpi (pembuahan tanpa penyerbukan).
b.  Sitokinin
-    Pada sekitar tahun 1913, Gottlieb Haberlandt di Austria menemukan suatu senyawa tidak dikenal yang memacu pembelahan sel yang menghasilkan cambium gabus dan memulihkan luka pada umbi kentang yang terpotong. Temuan ini merupakan ungkapan pertama tentang senyawa yang dikandung tumbuhan yaitu senyawa sitokinin.
-    Bentuk senyawa dari hormone sitokinin yaitu:
-    Translokasi dari hormon sitokinin:
Pengangkutan bebagai jenis sitokinin sitokinin pasti terjadi dalam xilem, namun tabung tapis juga mengandung sitokinin, seperti dibuktikan dengan adanya sitokinin dalm kutu embun madu. Bukti lain mengenai pengangkutan dalam floem diperoleh malalui percobaan dengan menggunakan daun dikotil yang dipetik. Ketika sehelai daun dewasa dipetik dari tumbuhan spesies tetentu dan dijaga kelembabannya, sitokinin bergerak ke pangkal tangkai daun dan tertimbun di situ
-    Manfaat dari hormone sitokinin yaitu : memacu pembelahan sel dalam jaringan meristematik, merangsang diferensiasi sel-sel yang dihasilkan dalam meristem,  mendorong pertumbuhan tunas samping dan perluasan daun, menunda penuaan daun, merangsang pembentukan pucuk dan mampu memecahmasa istirahat biji (breaking dormancy).
c.  Giberelin
-    Pertama kali ditemukan di Jepang pada tahun 1930-an.
-    Bentuk senyawa dari hormone giberelin:
-    Translokasi dari hormon giberelin:
Untuk hormon ini, pengangkutannya selain melalui difysi, pengankutan berlangsung melalui xilem dan floem dan tidak polar. Cara giberelin diangkut secara efektif dari daun muda untuk menghsilkan pemanjangan batanag, jka hal itu memang benar belum diketahui.
-    Manfaat dari hormone giberelin yaitu: memacu perpanjangan secara abnormal batang utuh, perkecambahan biji dan mobilisasi cadangan makanan dari endosperm untuk pertumbuhan embrio, perkembangan bunga dan buah, menghilangkan sifat kerdil secara genetik pada tumbuhan, dan merangsang pembelahan dan pemanjangan sel.
d.  Asam absisat
-    Asam absisat (ABA) merupakan penghambat (inhibitor) dalam kegiatan tumbuhan. Hormon ini dibentuk pada daun-daun dewasa.
-    Pengangkutan hormone asam absisat yaitu:
Asam absisat diangkut dengan mudah dalam xylem dan floem dan juga dalam sel parenkima diluar berkas pembuluh. Pada sel parenkima biasanya tidak ada polaritas sehingga pergerakan asam absisat dalam tumbuhan serupa dengan pergerakan giberelin.
-    Bentuk senyawa dar asam absisat:
-    Asam absisat mempunyai peran fisiologis diantaranya adalah: mempercepat absisi bagian tumbuhan yang menua, seperti daun, buah dan dormansi tunas, menginduksi pengangkutan fotosintesis ke biji yang sedang berkembang dan mendorong sintesis protein simpanan, dan mengatur penutupan dan pembukaan stomata terutama pada saat cekaman air. (Salisbury, 1995:33-92).

Label:

0 komentar:

Posting Komentar

CAUTION!!!

downloads materi kelas XII

About Me

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.